20 Oktober 2016 - 03:46
Pospol di Cikokol Tangerang diserang, Pelaku Terduga ISIS

Pelaku tewas di tempat setelah ditembak petugas. Sedangkan seorang Kapolsek Tangerang Kompol Efendi mengalami luka parah setelah menjadi korban penusukan.

Menurut Kantor Barita ABNA, sebuah pos polisi lalu lintas yang di kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang pada Kamis 20 Oktober 2016 sekitar pukul 07.00 WIB diserang seorang pria tak dikenal.

Pelaku segera dilarikan kerumah sakit POLRI pasca ditembak polisi karena kondisinya kritis untuk menyelamatkan nyawanya. Sedangkan seorang Kapolsek Tangerang Kompol Efendi mengalami luka parah setelah menjadi korban penusukan yang juga dilarikan ke rumah sakit Siloam. Disebutkan Kompol Effendi  mengalami luka tusuk di torak jantung sedangkan dua polisi lainnya, Kanit Dalmas Restro Tangerang Kota, Iptu Bambang Haryadi, mengalami luka dada kiri dan punggung kiri, kni dirawat di RSUD Tangerang. Lalu Bripka Sukardi, anggota Satuan Lantas Polsek Benteng, mengalami luka punggung kanan dan lengan kanan juga dirawat di RSUD Tangerang Kota.

"Kapolsek tegur orang itu karena memasang stiker bertuliskan tulisan Arab, tiba-tiba orang yang ditegur itu mengeluarkan senjata tajam dan membabi buta menusuk anggota polisi yang ada di sana, termasuk Kapolsek Tangerang," ujar Rendi, seorang saksi di lokasi kejadian.

Pantauan di lokasi kejadian, puluhan anggota Polres Metro Tangerang telah bersiap siaga . Garis polisi pun sudah dipasang. Sedangkan bercak darah pada topi anggota lalu lintas masih terlihat. Tak hanya itu kaleng yang diduga berisi bom pun masih tertinggal di lokasi. Belum diketahui apa motif dari penyerangan ini.

Dari pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti sajam jenis Banik, sorban putih, tas warna hitam, dan dua benda diduga bom pipa yang terletak di pinggir jalan dan di pinggir kali. Untuk sementara diduga keras pelaku adalah bagian dari anggota ISIS, karena memasang stiker bertuliskan Arab putih pada dasar hitam yang selama ini dipopulerkan kelompok ISIS sebagai simbol organisasi mereka. Meski demikian, pihak kepolisian mengaku akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akan mengiventigasi pelaku yang dipastikan tidak meninggal dunia.